Senin, 25 Januari 2016

# PENGIRIMAN UANG ONLINE CILACAP

TERIMAKASIH PENGIRIMAN ONLINE CENTER  PT.DANA MITRA ABADI. YANG BERKANTOR PUSAT JL;RAYA SRAGI-BOJONG KM2 KEDUNGJARAN PEKALONGAN.  CABANG JAKARTA BERADA DI JL; SAWAH LIO RAYA JEMBATAN LIMA JAK-BAR.KAMI YANG MEMAKAI JASA PENGIRIMAN TERSEBUT MERASA TERBANTUKAN SEKALI. DENGAN BIAYA MURAH UANG SUDAH SAMPAI DI RUMAH DALAM HITUNGAN JAM. BAGI TEMAN TEMAN SE CILACAP DAN BANYUMAS KUSUSNYA KALAU MAU KIRIM UANG CARI CABANG PENGIRIMAN ONLINE    PT DANA MITRA ABADI DI SELURUH  JAKARTA. PT DMA TERDAFTAR BERKEKUATAN HUKUM DAN PERBANKAN.cah sarwadadi

Minggu, 31 Mei 2015

Jelajah Kampung Laut Kab.Cilacap, Jateng


 JELAJAH Wilayah Kampung Laut masih termasuk Kabupaten Cilacap merupakan kecamatan dipisahkan dengan lautan.  Kecamatan yang memiliki empat desa ini memiliki keindahan tersendiri terutama lokasinya yang terdapat mangrove. Daratan yang bersebelahan dengan Nusakambangan ini termasuk wilayah paling barat berbatasan dengan Desa Majingklak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangendaran, Jawa Barat.
Untuk menuju Kampung Laut kita dapat menyeberang melalui penyeberangan di Sleko yang masih termasuk wilayah Cilacap dengan menaiki perahu compreng yang sudah biasa dipakai oleh masyarakat setempat biasanya ada yang carter atau tidak. Dalam sehari hanya satu kali dari Sleko menuju Kampung Laut yaitu sekitar jam 14.00. Sehingga bagi siapa pun yang akan melakukan perjalanan menuju Kampung Laut sebaiknya mengatur waktu sedemikian rupa sehingga dapat menyeberang.
Dalam perjalanan di atas laut dari Sleko menuju Kampung Laut dengan menggunakan perahu compreng diperlukan waktu kurang lebih 2.5 jam. Melakukan perjalanan ini bukan hal yang menjemukan karena selama naik perahu kita akan disuguhi oleh pemandangan yang indah dan eksotik. Selepas mata memandang ke selatan tampak gulungan ombak yang berkejaran.  Selain itu, hutan pantai yang masih tampak perawan belum terjamah membentang luas pada kanan kiri yang kita lewati. Inilah mangrove yang bukan hanya berfungsi sebagai pelengkap keindahan, namun dapat menjaga ekosistem pantai.
Sementara itu, Pulau Nusakambangan yang digunakan sebagai istana para narapidana yang dianggap memunyai kesalahan berat tampak pada pandangan kita karena memang Nusakambangan relatif dekat dengan Kampung Laut. Hijaunya tumbuhan di Nusakambangan menambah sejuk pandangan kita. Sementara tiupan angin laut selalu menyapa pada siapa saja yang datang berkunjung.
Perahu compreng termasuk armada andalan di Kampung Laut walaupun beberapa orang ada yang memiliki perahu sendiri. Oleh masyarakat Kampung Laut dipergunakan untuk menyeberang sebagai alat transportasi antardesa. Di samping itu juga untuk menuju ke kota kabupaten. Ada empat wilayah desa yang terdapat di Kampung Laut yaitu Desa Ujungalang, Klaces, Ujunggagak, dan Panikel. Jika kita melakukan rute menuju Kampung Laut melalui Sleko, maka kita akan bertemu dengan Desa Unjungalang setelah itu Desa Klaces, Unjunggagak, dan Panikel. Ibu kota kecamatan terdapat di Desa Klaces.


nukilan dari majah posmo

Minggu, 08 September 2013

''ibu pasiah sosok wanita tegar dari kawunganten ''




Ibu PASIAH,  adalah salah satu diantaranya pengrajin tempe perumahan yang berada di kecamatan kawunganten desa Sarwadadi, Yang merasakan imbasnya Harga kedelai yang melambung tinggi.
Namun apa daya menurut ibu PASIAH sudah penjadi
Profesi  semahal apapun tetap harus dibeli. Terkadang
Ibu PASIAH bingung cara menjualnya. Dinaikan harga
Atau di kurangi isinya,
sampai saat ini ibu PASIAH hanya pasrah dan berdoa
semoga harga kedelai bisa turun
dan berharap semoga pemerintah memperhatikan dan peduli pada pembuat tempe  perumahan yang menjamur
di desa SARWADADI

Minggu, 16 Juni 2013

FILM KOLOSAL SEJARAH PEJALANAN DAN PERJUANGAN KH HASYIM ASY' ARI

Film Sang Kiai


Film Sang Kiai Full Movie - Terbaru dari Rapi Film adalah Film Sang Kyai yang disutradarai oleh Roko Prijanto. Rapi Film kembali berkreasi untuk film terbarunya yang akan mengakat kisah dari seorang tokoh perjuangan atau toko perjuangan pesantren Tebu Ireng, Jombang Nahdlatul Ulama (NU) yaitu beliau KH. Hasyim Asy’ari kakek dari beliau Haji Abdurrahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan Gus Dur.

Sinopsis Film Sang Kiai
Tahun 1942 Jepang melakukan ekspansi ke Indonesia. Di Jawa Timur, beberapa KH dari beberapa pesantren ditangkapi karena melakukan perlawanan. KH Hasyim Asy'ari sebagai pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng ditangkap karena dianggap menentang Jepang. Penangkapan ini membuat kericuhan di Tebu Ireng, dan menimbulkan reaksi dari para putra beliau; KH Wahid Hasyim, Karim Hasyim dan Yusuf Hasyim serta deretan para santri: Baidlowi (menantu beliau), Kang Solichin, orang kepercayaan, serta tiga santri muda; Harun, Kamid dan Abdi.
Penangkapan itu membuat situasi pesantren kacau. Maisyaroh–lebih kerap disebut Nyai Kapu–istri KH Hasyim Asy'ari, diungsikan ke daerah Denaran. KH Wahid Hasyim bersama Wahab Hasbullah meminta agar KH Hasyim Asy'ari dibebaskan. Kepala Kempetei yang menahan beliau, tidak bersedia membebaskan. Bahkan KH Hasyim Asy'ari dipindah penjara hingga tiga kali. Mulai dari penjara Jombang, Mojokerto hingga ke penjara Bubutan Surabaya. KH Wahid Hasyim dan KH Wahab Hasbullah lalu meminta bantuan Abdul Hamid Ono, orang Jepang, kenalan keluarga. Sementara proses berlangsung, KH Wahid Hasyim dan KH Wahab Hasbullah mengadakan pertemuan NU di Jakarta, dengan agenda membebaskan para Kiai. Dalam pertemuan tersebut dicapai kesepakatan jalan damai.
Sepeninggal KH Hasyim Asy'ari, sebagian santri memilih hengkang dari pesantren. Harun dan Kamid yang membuntuti saat KH Hasyim Asy'ari ditangkap, mengalami nasib tragis. Kamid ditembak mati, saat kepergok dengan patroli tentara Jepang. Kematian Kamid dan penangkapan KH Hasyim Asy'ari memunculkan kemarahan dalam diri Harun. Berbeda dengan Abdi yang memilih jalan damai mengikuti langkah KH Wahid Hasyim, Harun memilih ikut para militan dalam mencuri ransum tentara Jepang.

Jepang membebaskan para Kiai, termasuk KH Hasyim Asy'ari. Mereka mempertimbangkan bahwa membebaskan para Kiai agar bisa diajak kerjasama. Jepang bahkan mendudukkan KH Hasyim Asy'ari sebagai ketua Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia). Karena tidak berkedudukan di Jakarta, KH Hasyim Asy'ari melimpahkan wewenang pada KH Wahid Hasyim. Beliau memilih menetap di Tebu Ireng.
Melalui Masyumi Jepang minta rakyat melipatgandakan hasil bumi, bahkan melalui ceramah di masjid. Shumubu (departemen agama) yang dipimpin Husein Djajadingrat dan petinggi Shumubu, Wirohadjono melalui media "Suara Muslimin" meminta Masyumi agar menyitir ayat-ayat dalam menggerakkan pengumpulan hasil bumi. Ketegangan antara Masyumi dan Shumubu mulai.
Harun mempertanyakan hal ini pada KH Hasyim Asy'ari. Ia merasa Masyumi berpihak pada Jepang. KH Hasyim Asy'ari menjawab bahwa Masyumi hanya berpihak pada pembesar-pembesar yang adil. Harun kecewa dan keluar dari lingkup pesantren. Abdi yang mengetahui hal itu mencegah. Menurutnya, Harun tidak dapat membaca rencana KH Hasyim Asy'ari. Tapi Harun bersikukuh untuk pergi dari situ.
Jepang kemudian mengukuhkan KH Hasyim Asy'ari sebagai ketua Shumubu sekaligus ketua Masyumi. KH Hasyim Asy'ari menerima jabatan tersebut dengan pertimbangan untuk berjuang lewat dalam. Beliau bisa menolak perintah para santri masuk Heiho, malah terbentuk barisan Hizbullah.
Info Film Sang Kiai
Status: Belum beredar
Produser: Gope T Samtani
Sutradara: Rako Prijanto
Penulis: Anggoro Saronto
Pemeran: Ikranagara, Adipati Dolken, Agus Kuncoro Adi, Dayat Simbaia, Christine Hakim, Boy Permana Tanggal Edar: Thursday, 30 May 2013
Warna: WarnaFilm 

Jepang mulai mengalami kalah perang, tapi mengembalikan kedaulatan kepada Sekutu. Utusan Presiden Soekarno menghadap KH Hasyim Asy'ari. Pesan Presiden Soekarno itu soal hukumnya membela tanah air. Terjadilah Resolusi Jihad di Surabaya. Para Santri bersiap untuk berjihad. Pada titik ini, Harun mulai terbuka matanya. Peristiwa tewasnya Mallaby ini adalah awal perang dahsyat 10 November 1945 yang melibatkan rakyat, berbagai barisan pemuda serta laskar Hizbullah bentukan KH Hasyim Asy'ari yang terdiri dari para santri.

Terimakasih telah membaca artikel  kisah sang kiai maaf filmnya belum bisa di download sumber dari


Sumber: http://www.odingk.com/

Rabu, 11 Juli 2012

BENTENG PENDEM cilacap


Benteng Pendem Cilacap (Belanda: Kustbatterij op de Landtong te Cilacap), dibangun 1861, adalah benteng peninggalan Belanda di pesisir pantai Teluk Penyu kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Bangunan ini merupakan bekas markas pertahanan tentara Hindia Belanda yang dibangun di area seluas 6,5 hektar secara bertahap selama 18 tahun, dari tahun 1861 hingga 1879. Benteng pendem sempat tertutup tanah pesisir pantai dan tidak terurus. Benteng ini kemudian ditemukan dan mulai digali pemerintah Cilacap tahun 1986

Sejarah

Benteng Pendem dahulunya merupakan markas pertahanan tentara Belanda di Cilacap, Jawa Tengah yang didesain oleh arsitek Bugar Rizki Fitriadi. Benteng ini difungsikan untuk menahan serangan yang datang dari arah laut bersama dengan Benteng Karang Bolong, Benteng Klingker, dan Benteng Cepiring. Benteng Pendem difungsikan hingga tahun 1942. Ketika perang melawan Pasukan Jepang, benteng ini berhasil dikuasai Jepang. Tahun 1941, Jepang meninggalkan benteng ini karena kota Hiroshima dan Nagasaki dibom oleh sekutu; sehingga, benteng ini diambil alih oleh TNI Banteng Loreng Kesatuan Jawa Tengah. Dalam penguasaan TNI, benteng ini digunakan para pejuang kemerdekaan berlatih perang dan pendaratan laut

Ruangan

Bangunan benteng pendem terdiri dari beberapa ruang yang masih kokoh hingga kini. Namun, sejak awal ditemukan, ruangan dalam benteng belum sepenuhnya diketahui. Ruangan dalam benteng yang umum diketahui terdiri dari barak, benteng pertahanan, benteng pengintai, ruang rapat, klinik pengobatan, gudang senjata, gudang mesiu, ruang penjara, dapur, ruang perwira, dan ruang peluru. Ada pula yang menyatakan bahwa dalam benteng tersebut terdapat terowongan menuju benteng-benteng lain dan sejumlah gua di pulau Nusakambangan. Namun, hingga kini hal itu belum sepenuhnya terbukti.

NUKILAN WIKIPEDIA












































PANTAI TELUK PENYU CILACAP

kami sekeluarga ber rekreasi di pantai teluk penyu cilacap tuk membuang kepenatan kami selama di jakarta sembari silaturohmi saudara2 kami yang ada di kesugihan